Assalamu’alaikum
wr.wb
Pernahkah
anda bermimpi untuk pergi ke luar negeri? Misalnya ke Perancis, Inggris,
Jerman, Korea, jepang, Singapura, dll..hhe.. Saya juga punya mimpi untuk pergi
ke salah satu Negara di Dunia ini yaitu Jepang. Banyak hal yang menarik disana
yang bisa membuat kita terkagum-kagum. Mulai dari perkembangan teknologi yang
terus mengalami perubahan tiap harinya, sistem transportasi yang teratur,
budaya baca dan bekerja keras yang memasyarakat, gedung-gedung pencakar langit
nan mewah, dan masih banyak lagi hal menarik lainnya. Semuanya tak lepas dari
sebuah proses pembelajaran dan jasa pendidik.
Masih
ingatkah anda cerita sejarah sekolah dasar yang membahas dua kota besar Jepang
Hiroshima dan Nagasaki yang dihancurkan seketika oleh ledakan bom atom yang
dikirimkan oleh Amerika serikat. Ratusan mayat korban ledakan ada dimana-mana.
Mulai dari yang memiliki jabatan tinggi hingga jabatan terendah. Tapi dibalik
itu semua yang paling menarik adalah pertanyaan dari seorang pemimpin Jepang
yang memiliki rasa cinta tanah air dan memiliki visi jauh kedepan, yang
memiliki sikap pantang menyerah disetiap ujian yang datang, pertanyaan itu adalah
“Berapa guru yang masih tersisa?”.
Sekarang
Jepang merupakan salah satu Negara yang paling maju di dunia. Dari Negara yang
hancur berantakan menjadi Negara metropolitan. Mau tahu kunci rahasianya? Hhe.
Ya betul, pendidik adalah rahasianya. Apabila dibandingkan dengan Negara kita,
malah membuat kita menjadi sedih bahkan mungkin tertawa geli. Sedih karena
masih minimnya tenaga pendidik yang berkarakter di Negara kita dan tertawa geli
karena sekarang orang berbondong-bondong ingin menjadi pendidik (guru) karena
memiliki presepsi penghasilan tetap dan hidup terjamin. (iya ngak? Hehe..)
Tetapi
terlepas dari itu semua “menjadi
pendidik” tidaklah harus menjadi guru disekolah. Anda yang sedang membaca
tulisan ini juga bisa dikatakan sebagai pendidik. Karena menjadi pendidik
adalah kewajiban setiap insan di dunia. Jika anda seorang laki-laki, kelak
jadilah sosok figur ayah yang bijak, cerdas, tanggung jawab, menghargai, dan
romantis. Jika anda seorang perempuan, kelak jadilah sosok ibu yang memiliki
rasa kasih sayang, motivator dan sandaran imam keluarga. Sehingga menjadikan
sebuah keluarga yang sakinah, mawadah,
warohmah. Mungkin timbul pertanyaan dibenak anda, Hah kok begitu? Apa
hubungannya pendidik dengan keluarga? Jawabannya karena awal dari sebuah
pendidikan berawal dari sebuah keluarga.
Menjadi
pendidik adalah belajar bagaimana menjadi orang tua yang baik, yang bisa
menanamkan watak berkarakter kepada anaknya. Bagaimana para orang tua di Jepang
mendidik anaknya agar memilki jiwa mandiri dan bekerja keras, bagaimana orang
tua di Cina menamkan jiwa pengusaha dalam setiap jiwa anaknya, dan bagaimana
para Nabi menamkan sikap bijak, rela berkorban, taat, dan bertaqwa kepada
setiap keturunannya. Oleh karena itu tidak bisa dipungkiri lagi bahwa menjadi
pendidik adalah kewajiban semua orangtua.
Intinya,
setiap manusia itu adalah pendidik. Karena setiap manusia pasti akan mempunyai
sebuah keluarga. Ada keluarga kecil, ada keluarga besar. Keluarga kecil, kita ibaratkan keluarga kita
dirumah dan keluarga besar, kita ibaratkan Negara kita. Keluarga kecil maupun
besar sama-sama memiliki pemimpin keluarga. Keluarga kecil pemimpinnya orangtua
sedangkan keluarga besar pemimpinnya adalah pemerintah. Mau dibawa kemana
keluarga tersebut tergantung pilihan pemimpin keluarga. Mau dibawa menjadi
kelarga yang sakinah mawadah warohmah atau
menjadi keluarga yang banyak masalah dan tak terarah, itu semua berada di
tangan pemimpin negara.
Maka
dari itu untuk menjadi pendidik haruslah memiliki karakter. Karakter disini
adalah religius, loyalitas, cerdas, bijak, dan berjiwa sosial tinggi. Dan pastinya
setiap orang memilikinya karena pada
hakekatnya setiap manusia adalah pendidik.
Jika
Anda yang membaca artikel ini adalah pemimpin Negara, jadilah pemimpin Negara
yang memiliki jiwa pendidik yang akan membangun sebuah Negara yang kokoh, Negara
yang mengerti akan kebutuhan keluarganya, Negara yang anti korupsi, dan Negara yang selalu rindu akan perdamaian.
Jika
Anda yang membaca ini adalah pemimpin usaha. Jadilah pengusaha yang memiliki
jiwa pendidik yang akan membangun perekonomian Negara untuk kepentingan
masyarakat bukan hanya pemikirkan untuk kepentingan diri sendiri. Jadilah
pengusaha yang sehat, jujur, dan adil.
Dan
jika Anda yang membaca ini adalah pemimpin diri sendiri. Jadilah para pemimpin
yang terdidik. Hehe…
Wassalamu’alaikum wr.wb.
















