Senin, 30 Juli 2012

SETIAP MANUSIA ADALAH PENDIDIK


Assalamu’alaikum wr.wb

Pernahkah anda bermimpi untuk pergi ke luar negeri? Misalnya ke Perancis, Inggris, Jerman, Korea, jepang, Singapura, dll..hhe.. Saya juga punya mimpi untuk pergi ke salah satu Negara di Dunia ini yaitu Jepang. Banyak hal yang menarik disana yang bisa membuat kita terkagum-kagum. Mulai dari perkembangan teknologi yang terus mengalami perubahan tiap harinya, sistem transportasi yang teratur, budaya baca dan bekerja keras yang memasyarakat, gedung-gedung pencakar langit nan mewah, dan masih banyak lagi hal menarik lainnya. Semuanya tak lepas dari sebuah proses pembelajaran dan jasa pendidik.

Masih ingatkah anda cerita sejarah sekolah dasar yang membahas dua kota besar Jepang Hiroshima dan Nagasaki yang dihancurkan seketika oleh ledakan bom atom yang dikirimkan oleh Amerika serikat. Ratusan mayat korban ledakan ada dimana-mana. Mulai dari yang memiliki jabatan tinggi hingga jabatan terendah. Tapi dibalik itu semua yang paling menarik adalah pertanyaan dari seorang pemimpin Jepang yang memiliki rasa cinta tanah air dan memiliki visi jauh kedepan, yang memiliki sikap pantang menyerah disetiap ujian yang datang, pertanyaan itu adalah “Berapa guru yang masih tersisa?”.

Sekarang Jepang merupakan salah satu Negara yang paling maju di dunia. Dari Negara yang hancur berantakan menjadi Negara metropolitan. Mau tahu kunci rahasianya? Hhe. Ya betul, pendidik adalah rahasianya. Apabila dibandingkan dengan Negara kita, malah membuat kita menjadi sedih bahkan mungkin tertawa geli. Sedih karena masih minimnya tenaga pendidik yang berkarakter di Negara kita dan tertawa geli karena sekarang orang berbondong-bondong ingin menjadi pendidik (guru) karena memiliki presepsi penghasilan tetap dan hidup terjamin. (iya ngak? Hehe..)

Tetapi terlepas dari itu semua  “menjadi pendidik” tidaklah harus menjadi guru disekolah. Anda yang sedang membaca tulisan ini juga bisa dikatakan sebagai pendidik. Karena menjadi pendidik adalah kewajiban setiap insan di dunia. Jika anda seorang laki-laki, kelak jadilah sosok figur ayah yang bijak, cerdas, tanggung jawab, menghargai, dan romantis. Jika anda seorang perempuan, kelak jadilah sosok ibu yang memiliki rasa kasih sayang, motivator dan sandaran imam keluarga. Sehingga menjadikan sebuah keluarga yang sakinah, mawadah, warohmah. Mungkin timbul pertanyaan dibenak anda, Hah kok begitu? Apa hubungannya pendidik dengan keluarga? Jawabannya karena awal dari sebuah pendidikan berawal dari sebuah keluarga.

Menjadi pendidik adalah belajar bagaimana menjadi orang tua yang baik, yang bisa menanamkan watak berkarakter kepada anaknya. Bagaimana para orang tua di Jepang mendidik anaknya agar memilki jiwa mandiri dan bekerja keras, bagaimana orang tua di Cina menamkan jiwa pengusaha dalam setiap jiwa anaknya, dan bagaimana para Nabi menamkan sikap bijak, rela berkorban, taat, dan bertaqwa kepada setiap keturunannya. Oleh karena itu tidak bisa dipungkiri lagi bahwa menjadi pendidik adalah kewajiban semua orangtua.

Intinya, setiap manusia itu adalah pendidik. Karena setiap manusia pasti akan mempunyai sebuah keluarga. Ada keluarga kecil, ada keluarga besar.  Keluarga kecil, kita ibaratkan keluarga kita dirumah dan keluarga besar, kita ibaratkan Negara kita. Keluarga kecil maupun besar sama-sama memiliki pemimpin keluarga. Keluarga kecil pemimpinnya orangtua sedangkan keluarga besar pemimpinnya adalah pemerintah. Mau dibawa kemana keluarga tersebut tergantung pilihan pemimpin keluarga. Mau dibawa menjadi kelarga yang sakinah mawadah warohmah atau menjadi keluarga yang banyak masalah dan tak terarah, itu semua berada di tangan pemimpin negara.

Maka dari itu untuk menjadi pendidik haruslah memiliki karakter. Karakter disini adalah religius, loyalitas, cerdas, bijak, dan berjiwa sosial tinggi. Dan pastinya setiap orang  memilikinya karena pada hakekatnya setiap manusia adalah pendidik.

Jika Anda yang membaca artikel ini adalah pemimpin Negara, jadilah pemimpin Negara yang memiliki jiwa pendidik yang akan membangun sebuah Negara yang kokoh, Negara yang mengerti akan kebutuhan keluarganya, Negara yang anti korupsi, dan  Negara yang selalu rindu akan perdamaian.

Jika Anda yang membaca ini adalah pemimpin usaha. Jadilah pengusaha yang memiliki jiwa pendidik yang akan membangun perekonomian Negara untuk kepentingan masyarakat bukan hanya pemikirkan untuk kepentingan diri sendiri. Jadilah pengusaha yang sehat, jujur, dan adil.

Dan jika Anda yang membaca ini adalah pemimpin diri sendiri. Jadilah para pemimpin yang terdidik. Hehe…    


Wassalamu’alaikum wr.wb.


0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.